Senin, 24 Mei 2010

Ragtime : cikal bakal musik jazz


Penghapusan perbudakan di Amerika pada tahun 1910 telah membuka kesempatan baru bagi budak-budak Afro-amerika yang telah bebas untuk mengenyam pendidikan. Walaupun aturan pembedaan rasial yang begitu ketat telah membatasi peluang kerja bagi kebanyakan kaum kulit hitam, banyak diantaranya memperoleh pekerjaan di bidang hiburan, karena mau atau tidak pada saat itu mereka harus meningkatkan kemampuan bermusik mereka untuk bisa mencari penghasilan. 
Di Saint Louis dan New Orleans, di masa itu musisi kulit hitam mampu menyajikan hiburan malam kelas bawah seperti klub dansa, pertunjukan pengamen dan juga vaudeville.
Vaudevile merupakan sebuah pertunjukan teatrikal yang berisi beragam hiburan di Amerika yang marak pada awal 1880 sampai awal 1930, biasanya tiap pertunjukan yang ditampilkan berisi bermacam penampilan yang dibuat secara terpisah dan tidak berkaitan satu sama lain. Dalam vaudeville ini juga menampilkan pertunjukan grup musik, dimana banyak grup marching band dibentuk dan berkembang dari situ. Pianis kulit hitam bermain di bar, klab dan rumah bordil sebagaimana musik ragtime dibentuk dan dikembangkan.
Ragtime merupakan sebuah jenis musik semacam musik mars dengan irama khas Afrika yang dipopulerkan oleh John Phillip Sousa, seorang komposer musik militer Amerika.

Ragtime muncul dan dipopulerkan oleh musisi Afro-amerika seperti entertainer Ernest Hogan, yang lagu-lagu hit nya bermunculan di tahun 1895, dua tahun kemudian seorang kulit putih Vess Ossman merekam sebuah lagu medley dari lagu-lagu hit tersebut dengan menggunakan aransemen solo alat musik banjo yang terkenal dengan “Ragtime Medley”. Juga di tahun 1897 komposer kulit putih William H. Krell mempublikasikan “Mississippi Rag” sebagai sebuah masterpiece instrumental piano musik ragtime yang pertama kali pernah ditulis, dan juga Tom Turpin yang merilis “Harlem Rag”-nya, sebuah musik ragtime yang pertama kali pernah ditulis di atas sheet music (cetak kertas) oleh seorang kulit hitam Amerika.

Pianis musik klasik Scott Joplin pernah memproduseri “Original Rag” di tahun berikutnya setelah karya “Mississippi Rag” milik Krell, kemudian pada 1899 dia menghasilkan sebuah hit internasional “Maple Leaf Rag”. Joplin menulis banyak musik ragtime yang populer termasuk “The Entertainer”, yang komposisi musiknya mengkombinasikan teknik sinkopasi, penggunaan instrument banjo dan terkadang pola call and response, sebuah pola umum saling panggil dan sahut yang biasa dilakukan oleh kaum pekerja kulit hitam ketika mereka sedang bekerja di ladang.
 
Sebagian besar pengamat musik menilai bahawa ragtime mempunyai pengaruh besar dalam warna musik Amerika di abad 20, bahkan unsur – unsur dalam ragtime juga sangat mempengaruhi komposer musik klasik seperti Claude Debussy atau juga Igor Stravinsky yang mempunyai hobi mengubah-ubah ketukan ketika dia sedang mengolah ritme musik.

Minggu, 23 Mei 2010

Membentuk kord gitar dalam musik jazz (pt. 2)

Dalam postingan kali ini (melanjutkan yang sebelumnya :D) saya akan membahas bagaimana membentuk kord-kord pada gitar yang paling sering dipakai dalam permainan musik jazz, yaitu kord seventh (7th).

Sebelumnya, mungkin bagi yang belum mengerti apa itu third dan triad sebaiknya membuka postingan saya yang sebelumnya : building chord on guitar pt.1

Baiklah, mari kita mulai :D
Untuk menyusun suatu kord seventh, kita pakai lagi scale C mayor :







Struktur kord seventh (7th) pada prinsipnya sama seperti menyusun sebuah triad, yaitu membentuk susunan third dari suatu root ke not satu dengan yang lainnya. Suatu triad kord mayor atau minor yang ‘biasa’ terbentuk dengan menyusun 2 third di atas root, sedangkan kord seventh terbentuk dengan menyusun 3 third di atas root
Maka dari C major scale di atas dapat disusun :


 
Not C-E-G-B, dan hasilnya adalah C major 7 atau Cmaj7.
Dari not C ke not E merupakan sebuah third mayor, dari not E ke not G adalah third minor dan dari not G ke not B adalah third mayor. Tiap kord mayor 7th pasti mempunyai pola seperti ini.

Sekarang kita lakukan hal yang sama untuk not ke 2 dari C major scale di atas.




Hasilnya adalah sebuah kord D minor 7 atau Dmin7. Dari not D ke not F adalah sebuah thirdthird mayor dan dari not A ke not C adalah third minor. Semua pola kord minor 7th pasti berbentuk seperti ini. minor, dari not F ke not A adalah sebuah

Sekarang kita lewati beberapa not dan langsung menyusun 3 buah third di atas not ke 5 dari C major scale di atas.

 



Dari rumus di atas dapat dihasilkan sebuah kord yang dinamakan G dominant 7 atau G7. Analisanya adalah, dari not G ke nota B adalah sebuah third mayor, dari not B ke not D adalah sebuah third minor dan dari not D ke not F adalah sebuah third minor. Tiap kord dominant 7 pasti mempunyai pola seperti ini.

Well, sekarang kita langsung lewati beberapa not lagi dan kita susun (lagi) 3 third di atas not ke 7 dari C major scale di atas. Dan hasilnya adalah sebuah kord B half diminished atau Bm7b5.

Analisanya, dari not B ke not D adalah sebuah third minor, dari not D ke not F juga merupakan third minor, sedangkan dari not F ke not A adalah sebuah third mayor. Tiap kord diminished half 7 pasti berpola seperti ini.
Dan berikut ini merupakan beberapa pola seventh lain yang dipakai dalam permainan musik jazz.



Pada permulaannya, kord seventh diperkenalkan hanya sebagai ‘bumbu’ atau nada non-kord. Nada ke tujuh ini membuat triad seolah tidak stabil didengar bila ikut dipergunakan dalam penggunaan kord. Seiring waktu berlalu dan perkembangan perbendaharaan dunia barat dalam musik yang lebih beragam, not seventh ini mulai diterima menjadi bagian kord itu sendiri, dan dalam beberapa musik modern serta musik jazz tertentu, hampir semua kord yang digunakan adalah kord seventh

Hmm, cukup mudah dimengerti bukan ? semoga demikian.


Terima kasih banyak sudah menyimak





 

Jumat, 14 Mei 2010

Membentuk kord gitar dalam musik jazz (pt. 1)


Hai,
Pada postingan saya yang pertama (dan selanjutnya nanti) dalam halaman ini, akan saya bahas bagaimana chord (kord) dalam gitar itu dibentuk dan bagaimana mengartikannya dalam praktek penggunaan gitar.  
Well sebenarnya saya merasa (agak) canggung menulis postingan ini, mengingat pengetahuan dan pengalaman saya yang masih sangat sedikit dalam musik. Apalagi musik jazz.

Hehe,
 
Anyway, here we go now.. :)

Mungkin bagi yang belum tahu, suatu kord terdiri dari third, baik itu dalam gitar atau alat musik lain. Third (3rd) adalah suatu susunan nada yang terdiri dari tiga not (skala diatonik) yang terletak berurutan dalam suatu interval not musik.

Di bawah ini adalah satu deret nada (scale) dari C :

  Semua kord yang dibentuk berdasar pada sebuah third, dan di sini ada dua jenis third (3rd) :


Yaitu minor third dan major (mayor) third . Third minor mempunyai interval satu setengah  diantara tonic (not ke 1 atau root) dan mediant (not ke 5), sedangkan third mayor mempunyai jarak dua interval diantara tonic (not ke 1 atau root) dan mediant (not ke 5). 

Jadi contohnya :
Misalnya dari gambar diatonic scale di atas,  kita buat sebuah pola third dari not dasar (root) C yaitu C-D-E, tiga not di atas mempunyai interval 1-1 maka dari not C ke E adalah sebuah third mayor. Bila kita buat sebuah pola third dari not dasar D yaitu D-E-F, ketiga not tersebut mempunyai interfal 1 - ½, maka susunan tersebut dinamakan third minor. 


Cukup mudah dimengerti bukan?  hope so.. :D

Nah, sekarang mari kita coba susun dua third pada not pertama (1) pada C major  scale di atas.

Dan hasilnya adalah : Triad C mayor atau C. dari not C sampai not E adalah sebuah third mayor dan dari not E sampai not G adalah sebuah scale third minor ; tiap kord mayor pasti mempunyai susunan seperti ini. Hal yang perlu diingat dalam rumus pembentuk kord mayor adalah :
Rumus chord major adalah :     1    3   5

Beberapa hal lain yang perlu diketahui adalah : 
  • Nama lain dari not pertama (1) dari sebuah kord disebut root. 
  • Sebuah third adalah sebuah kord dengan 3 not.
Sekarang kita lakukan hal yang sama pada not ke 2 dari scale C  mayor di atas.


dan hasilnya adalah sebuah D minor triad atau Dm.

Dari not D sampai F adalah sebuah third minor dan dari not F sampai A adalah sebuah third mayor, tiap chord minor pasti mempunyai susunan seperti ini.

Maka rumus chord minor adalah : 1   b3   5

Sekarang mari kita lewati yang lain dan langsung susun sebuah triad dari not ke 7 pada C major scale.

Hasilnya adalah sebuah triad B diminished atau Bdim. Dari not B ke not D adalah sebuah third minor dan dari not D ke not F juga merupakan sebuah third minor. Tiap kord diminished pasti mempunyai bentuk seperti ini.

Maka rumus kord diminished adalah :     1   b3   b5
Dapat disimpulkan dari 3 bentuk kord di atas, dapat diketahui beberapa triad lain yang ada pada scale C mayor yaitu :



        


Jadi di sini ada 2 cara untuk membentuk sebuah chord, yaitu : 
 Yang pertama dimulai dari major scale :
  • Temukan pola mayor yang ada pada kunci nada yang diberikan. Jika ingin menemukan not – not pada G minor (misalnya) maka temukan scale yang ada pada G mayor, yait u G-A-B-C-D-E-F#
  • Susun pola mayor-nya dengan rumus 1-3-5 maka pola contoh root G di atas akan berbentuk G-B-D
  • Aplikasikan rumus tersebut ke dalam kord mayor. Rumus untuk kord minor-nya adalah 1-b3-5, artinya triad kord minor pasti lebih rendah ½ not yaitu G-Bb-D
Cara kedua melibatkan penggunaan daya ingat dan akan dijelaskan nanti setelah kita meng-cover postingan seventh chord (kord seventh) dan tension.
Well, mungkin untuk yang pertama ini sekian dulu saja. Bila ada yang mau ditambahkan atau dikoreksi oleh  teman-teman pembaca sekalian, saya akan sangat berterima kasih.


Thank you :)



        



Rabu, 12 Mei 2010

Jazz : the history


AWAL MULA


Sekitar seabad yang lalu, di bagian selatan Amerika Serikat di New Orleans, Louisiana, dimana orang - orang berlatar belakang budaya berbeda satu sama lain, berdatangan dari berbagai perjalanan dan menetap di sana. Tiap budaya yang dibawa tersebut memiliki tradisi musik tersendiri. Musisi Afro-Amerika di daerah tersebut menciptakan sebuah jenis musik dengan mengkombinasikan ritme – ritme khas Afrika dan elemen harmonisasi dalam musik blues, orkestra Eropa, musik populer Amerika pada saat itu, dan lagu – lagu yang biasa dimainkan oleh para pekerja. Budaya peranakan ini merupakan dasar pembentukan musik jazz. Struktur musik Eropa yang dikombinasikan dengan pendekatan-pendekatan Afrika, yang memasukkan ritme yang lebih fleksibel dan penggunaan scale yang biasa dimainkan pada musik blues.

Dari perkembangan awalnya sampai dengan sekarang, musik jazz telah digabungkan dengan musik - musik populer Amerika era akhir abad 19 dan awal abad 20. Bukti adanya silsilah pengaruh Afrika Barat dalam musik jazz adalah penggunaan struktur, improvisasi, serta pengaturan ­aksentuasi ritmik-nya (synchopation) yang ada dalam di dalam jazz. Akan tetapi salah satu ikon jazz Art Blakey pernah mengungkapkan tanpa adanya Amerika maka tidak akan ada musik jazz, Blakey tidak bisa menemukan kecocokan dengan budaya negara – negara lain kecuali Amerika, bahkan Afrika itu sendiri.


Kata ’jazz’ itu sendiri mulai dipakai sebagai suatu kata slang dari daerah West Coast secara tidak sengaja dan tidak jelas maknanya ketika pertama kali digunakan untuk menyebut istilah musik di Chicago sekitar tahun 1915.

Dari permulaannya di awal abad 20, jazz telah menghasilkan beberapa subgenre, mulai dari Dixieland New Orleans pada 1910-an, gaya Big Band Swing pada 1930 – 1940, Bebop di pertengahan 1940 dan sebuah jenis Latin jazz, Fusion seperti jenis Afro-Cuba serta Brazillian jazz dan juga Free jazz pada 1950 -1960, Fusion pada 1970-an dan pengembangan akhir 1970 seperti Acid jazz yang mencampur pengaruh Funk dan Hip Hop ke dalam jazz.

Sebagaimana telah menyebar di seluruh penjuru dunia, musik ini telah disadur ke dalam berbagai budaya nasional dan daerah masing-masing bangsa, nilai keindahannya telah diserap oleh berbagai lingkungan yang bervariasi dan memunculkan berbagai gaya baru yang berbeda.


DEFINISI JAZZ

Jazz sangat susah didefinisikan artinya, karena hal ini dimulai dari masa Waltz-Ragtime sampai era jazz Fusion tahun 2000-an. Banyak upaya yang sudah dilakukan untuk mendefinisikan arti jazz, bahkan dari luar sudut pandang musik jazz itu sendiri, seperti dengan menelusuri sejarah musik Eropa ataupun Afrika. Pengamat musik jazz Joachim Berendt mempunyai argumen bahwa seluruh usaha yang dilakukan tersebut tidak memuaskan. Salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah mengartikannya secara lebih luas atau lebih kepada garis besarnya. Berendt mendefinisikan bahwa jazz merupakan sebagai sebuah bentuk seni musik yang berasal dari Amerika Serikat melalui konfrontasi kaum kulit hitam dengan musik Eropa. Dia mengungkapkan bahwa jazz dibedakan dari musik Eropa, jazz mempunyai hubungan yang khusus dengan musik swing, sebuah produk musik yang spontan dan enerjik dimana improvisasi memainkan peran besar serta cara mengungkapkan perilaku yang menjadi cerminan penampilan individualistis dari seorang musisi swing.

Ketika jazz mungkin sulit untuk diartikan maknanya, maka improvisasi menjadi jawabannya.

Musik blues pada awalnya dibentuk oleh pola call and response yang berulang – ulang, sebuah kebiasaan umum lisan pada kaum Afro-Amerika. Sebuah bentuk musik rakyat yang tumbuh secara bagian dari lagu-lagu kaum pekerja dan pekerja ladang kulit hitam di pedesaan, musik blues pada awalnya sangat improvisasional. Hal inilah yang menjadi dasar awal musik jazz. Ketika dalam penafsiran, bentuk dan semua yang berhubungan dengan musik klasik Eropa terkadang diabaikan untuk lebih meleluasakan performer, tujuan utamanya adalah untuk memainkan sebuah komposisi sebagaimana komposisi tersebut ditulis.

Dalam jazz, seorang musisi yang sangat terlatih akan menginterpretasikan sebuah lagu dengan cara yang sangat individualistis, tidak pernah memainkan komposisi yang sama persis dua kali. Tergantung pada mood dan kemampuan yang dimiliki musisi tersebut, interaksi akan mengikuti musisi tersebut atau bahkan audiens akan turut serta juga. Seorang musisi jazz bisa saja menaikkan melodi, harmonisasi atau tempo sekehendak hati mereka sendiri. Musik jazz, sering pula diartikan sebagai sebuah produk kreativitas universal, interaksi dan kolaborasi, menempatkan nilai persamaan dalam kontribusi baik oleh komposer maupun musisi, secara cakap menimbang keinginan mereka masing-masing.

Pada New Orleans dan Dixieland, seorang musisi mengambil bagian memainkan melodi sementara itu pemain yang lain berimprovisasi melawan dengan membalas melodi tersebut. Dalam era swing, format big band hadir untuk meletakkan aransemen musik yang lebih teratur. Aransemen musik ditulis dan dipelajari dengan didengarkan dan diingat-ingat, banyak musisi-musisi jazz era awal yang tidak bisa membaca musik secara tertulis, seorang solois berimprovisasi dalam aransemen ini. Kemudian dalam Bebop, fokus kembali dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan aransemen yang lebih minimalis. Melodi (atau juga lebih dikenal dengan istilah ‘head”) dinyatakan dengan lebih ringkas pada awal dan akhir, tetapi dalam inti permainan akan menjadi urutan-urutan improvisasi di tengah-tengah.

Gaya jazz yang selanjutnya seperti Modal jazz, telah menghilangkan gagasan yang baku dalam penggunaan chord untuk memainkan instrumen musik Eropa khususnya biola, dimana alat ini sering dimainkan untuk mengiringi dansa cakewalk. Dalam perubahannya, pertunjukan pengamen di pertunjukan blackface dipopulerkan sebagai musik internasional, memadukan penekanan dengan harmonisasi musik Eropa. Louis Morean Gottschalk mengadaptasi musik cakewalk Amerika-Afrika, Amerika Selatan, Karibia dan melodi musik budak ke dalam jenis musik klab malam atau saloon. Pengaruh lain datang dari budak-budak kulit hitam yang mempelajari gaya harmonisasi lagu-lagu rohani serta memasukkannya ke dalam musik mereka sendiri sebagai musik spiritual.