AWAL MULA
Sekitar seabad yang lalu, di bagian selatan Amerika Serikat di New Orleans, Louisiana, dimana orang - orang berlatar belakang budaya berbeda satu sama lain, berdatangan dari berbagai perjalanan dan menetap di sana. Tiap budaya yang dibawa tersebut memiliki tradisi musik tersendiri. Musisi Afro-Amerika di daerah tersebut menciptakan sebuah jenis musik dengan mengkombinasikan ritme – ritme khas Afrika dan elemen harmonisasi dalam musik blues, orkestra Eropa, musik populer Amerika pada saat itu, dan lagu – lagu yang biasa dimainkan oleh para pekerja. Budaya peranakan ini merupakan dasar pembentukan musik jazz. Struktur musik Eropa yang dikombinasikan dengan pendekatan-pendekatan Afrika, yang memasukkan ritme yang lebih fleksibel dan penggunaan scale yang biasa dimainkan pada musik blu
es.
Dari perkembangan awalnya sampai dengan sekarang, musik jazz telah digabungkan dengan musik - musik populer Amerika era akhir abad 19 dan awal abad 20. Bukti adanya silsilah pengaruh Afrika Barat dalam musik jazz adalah penggunaan struktur, improvisasi, serta pengaturan aksentuasi ritmik-nya (synchopation) yang ada dalam di dalam jazz. Akan tetapi salah satu ikon jazz Art Blakey pernah mengungkapkan tanpa adanya Amerika maka tidak akan ada musik jazz, Blakey tidak bisa menemukan kecocokan dengan budaya negara – negara lain kecuali Amerika, bahkan Afrika itu sendiri.
Kata ’jazz’ itu sendiri mulai dipakai sebagai suatu kata slang dari daerah West Coast secara tidak sengaja dan tidak jelas maknanya ketika pertama kali digunakan untuk menyebut istilah musik di Chicago sekitar tahun 1915.
Dari permulaannya di awal abad 20, jazz telah menghasilkan beberapa subgenre, mulai dari Dixieland New Orleans pada 1910-an, gaya Big Band Swing pada 1930 – 1940, Bebop di pertengahan 1940 dan sebuah jenis Latin jazz, Fusion seperti jenis Afro-Cuba serta Brazillian jazz dan juga Free jazz pada 1950 -1960, Fusion pada 1970-an dan pengembangan akhir 1970 seperti Acid jazz yang mencampur pengaruh Funk dan Hip Hop ke dalam jazz.
Sebagaimana telah menyebar di seluruh penjuru dunia, musik ini telah disadur ke dalam berbagai budaya nasional dan daerah masing-masing bangsa, nilai keindahannya telah diserap oleh berbagai lingkungan yang bervariasi dan memunculkan berbagai gaya baru yang berbeda.
DEFINISI JAZ
Z
Jazz sangat susah didefinisikan artinya, karena hal ini dimulai dari masa Waltz-Ragtime sampai era jazz Fusion tahun 2000-an. Banyak upaya yang sudah dilakukan untuk mendefinisikan arti jazz, bahkan dari luar sudut pandang musik jazz itu sendiri, seperti dengan menelusuri sejarah musik Eropa ataupun Afrika. Pengamat musik jazz Joachim Berendt mempunyai argumen bahwa seluruh usaha yang dilakukan tersebut tidak memuaskan. Salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah mengartikannya secara lebih luas atau lebih kepada garis besarnya. Berendt mendefinisikan bahwa jazz merupakan sebagai sebuah bentuk seni musik yang berasal dari Amerika Serikat melalui konfrontasi kaum kulit hitam dengan musik Eropa. Dia mengungkapkan bahwa jazz dibedakan dari musik Eropa, jazz mempunyai hubungan yang khusus dengan musik swing, sebuah produk musik yang spontan dan enerjik dimana improvisasi memainkan peran besar serta cara mengungkapkan perilaku yang menjadi cerminan penampilan individualistis dari seorang musisi swing.
Ketika jazz mungkin sulit untuk diartikan maknanya, maka improvisasi menjadi jawabannya.
Musik blues pada awalnya dibentuk oleh pola call and response yang berulang – ulang, sebuah kebiasaan umum lisan pada kaum Afro-Amerika. Sebuah bentuk musik rakyat yang tumbuh secara bagian dari lagu-lagu kaum pekerja dan pekerja ladang kulit hitam di pedesaan, musik blues pada awalnya sangat improvisasional. Hal inilah yang menjadi dasar awal musik jazz. Ketika dalam penafsiran, bentuk dan semua yang berhubungan dengan musik klasik Eropa terkadang diabaikan untuk lebih meleluasakan performer, tujuan utamanya adalah untuk memainkan sebuah komposisi sebagaimana komposisi tersebut ditulis.
Dalam jazz, seorang musisi yang sangat terlatih akan menginterpretasikan sebuah lagu dengan cara yang sangat individualistis, tidak pernah memainkan komposisi yang sama persis dua kali. Tergantung pada mood dan kemampuan yang dimiliki musisi tersebut, interaksi akan mengikuti musisi tersebut atau bahkan audiens akan turut serta juga. Seorang musisi jazz bisa saja menaikkan melodi, harmonisasi atau tempo sekehendak hati mereka sendiri. Musik jazz, sering pula diartikan sebagai sebuah produk kreativitas universal, interaksi dan kolaborasi, menempatkan nilai persamaan dalam kontribusi baik oleh komposer maupun musisi, secara cakap menimbang keinginan mereka masing-masing.
Pada New Orleans dan Dixieland, seorang musisi mengambil bagian memainkan melodi sementara itu pemain yang lain berimprovisasi melawan dengan membalas melodi tersebut. Dalam era swing, format big band hadir untuk meletakkan aransemen musik yang lebih teratur. Aransemen musik ditulis dan dipelajari dengan didengarkan dan diingat-ingat, banyak musisi-musisi jazz era awal yang tidak bisa membaca musik secara tertulis, seorang solois berimprovisasi dalam aransemen ini. Kemudian dalam Bebop, fokus kembali dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan aransemen yang lebih minimalis. Melodi (atau juga lebih dikenal dengan istilah ‘head”) dinyatakan dengan lebih ringkas pada awal dan akhir, tetapi dalam inti permai
nan akan menjadi urutan-urutan improvisasi di tengah-tengah.
Gaya jazz yang selanjutnya seperti Modal jazz, telah menghilangkan gagasan yang baku dalam penggunaan chord untuk memainkan instrumen musik Eropa khususnya biola, dimana alat ini sering dimainkan untuk mengiringi dansa cakewalk. Dalam perubahannya, pertunjukan pengamen di pertunjukan blackface dipopulerkan sebagai musik internasional, memadukan penekanan dengan harmonisasi musik Eropa. Louis Morean Gottschalk mengadaptasi musik cakewalk Amerika-Afrika, Amerika Selatan, Karibia dan melodi musik budak ke dalam jenis musik klab malam atau saloon. Pengaruh lain datang dari budak-budak kulit hitam yang mempelajari gaya harmonisasi lagu-lagu rohani serta memasukkannya ke dalam musik mereka sendiri sebagai musik spiritual.